Berita  

PPHI Mengusung Tiga Inisiatif Strategis dalam Mengembangkan Pacu Wisata Halal

PPHI Dorong Tiga Langkah Strategis untuk Menguatkan Wisata Halal Indonesia

Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) menilai kebangkitan industri pariwisata nasional tidak cukup hanya mengandalkan pemulihan jumlah kunjungan. Di tengah perubahan perilaku wisatawan pascapandemi Covid-19, PPHI menekankan perlunya memanfaatkan pasar wisata ramah Muslim sebagai salah satu penggerak utama, sekaligus memberi nilai tambah pada produk dan layanan pariwisata Indonesia.

Menurut PPHI, tantangan saat ini bukan sekadar menarik wisatawan kembali, melainkan memastikan destinasi dan layanan yang tersedia relevan dengan kebutuhan pasar baru. Karena itu, organisasi ini mengusung tiga inisiatif strategis untuk mempercepat pengembangan pariwisata halal di Tanah Air.

Transformasi Industri dan Rating Ramah Muslim

Inisiatif pertama berfokus pada transformasi industri pariwisata pascapandemi agar lebih tangguh dan kompetitif. PPHI mendorong pengembangan destinasi dengan rating ramah Muslim, termasuk layanan akreditasi industri dan pemeringkatan destinasi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

Selain itu, PPHI juga menyiapkan kerangka kerja, pedoman, serta penghargaan bagi individu maupun pelaku industri pariwisata. Langkah ini dibarengi dengan rencana peluncuran platform atau program keterlibatan industri agar kolaborasi antarpelaku usaha bisa berjalan lebih terarah.

Penguatan Ekosistem dan Standarisasi

Inisiatif kedua diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim di Indonesia. PPHI menempatkan pelatihan sebagai salah satu kunci, baik bagi pelaku industri maupun pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan pariwisata.

Di sisi lain, PPHI juga menyoroti pentingnya regulasi, standardisasi, sertifikasi, insentif, dan dukungan kebijakan. Untuk mendukung itu, organisasi ini menawarkan pelatihan, konsultasi, sistem penilaian, serta praktik terbaik bagi industri pariwisata nasional agar standar layanan bisa lebih seragam dan mudah diterapkan.

Pemasaran, Data, dan Kemitraan Strategis

Melalui inisiatif ketiga, PPHI ingin memperkuat pemasaran sekaligus membangun platform big data untuk mendukung pengembangan wisata halal. Agenda yang disiapkan mencakup International Halal Tourism Summit, konferensi internasional, peluncuran IMTI 2023, serta pameran bisnis B2B/B2C.

PPHI juga menargetkan kemitraan strategis dengan industri wisata dan gaya hidup Muslim. Bagi organisasi ini, kerja sama lintas sektor menjadi penting agar pariwisata halal tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar hadir sebagai bagian dari ekosistem industri yang hidup dan berkembang.

IHTS 2023 Jadi Ruang Kolaborasi

Sejalan dengan tiga inisiatif tersebut, The 5th International Halal Travel Summit (IHTS) digelar sebagai forum kolaboratif untuk mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan. Acara ini juga diposisikan sebagai ruang untuk membuka peluang kemitraan strategis dalam industri wisata dan gaya hidup Muslim.

Ketua PPHI, Riyanto Sofyan, mengatakan IHTS digelar untuk memberdayakan para pemangku kepentingan, menginspirasi kepemimpinan pemikiran, serta mendorong transformasi positif menuju industri dan destinasi yang lebih tahan menghadapi perubahan. Riyanto menegaskan bahwa pasar pariwisata ramah Muslim kini bukan lagi sekadar niche market, melainkan telah menjadi salah satu sumber utama wisatawan internasional.

IHTS 2023 dihadiri lebih dari 300 peserta, yang terdiri atas perwakilan pemangku kepentingan pariwisata, asosiasi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.