Menjelang arus libur Lebaran, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menyoroti satu hal yang kerap luput dari perhatian: rasa aman dan kelayakan fasilitas di kawasan wisata. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya memastikan destinasi ramai dikunjungi, tetapi juga harus menjamin wisatawan pulang dengan selamat tanpa dibayangi risiko dari fasilitas yang kurang memadai.
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas
Asep Noordin menilai keselamatan pengunjung harus ditempatkan sebagai prioritas utama, terutama saat lonjakan wisatawan biasanya terjadi pada musim liburan. Ia menegaskan bahwa kenyamanan wisata bukan sekadar soal atraksi atau pemandangan, melainkan juga soal standar keamanan yang melekat pada seluruh layanan di objek wisata.
"Ayah berharap pemerintah daerah memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan," kata Asep Noordin pada Kamis (28/3/2024).
Ia menambahkan, pengelolaan wisata perlu melihat aspek yang lebih luas, mulai dari kesiapan fasilitas, kenyamanan, hingga standar keselamatan yang benar-benar diterapkan di lapangan.
Fasilitas Wisata dan Kesiapan Darurat
Menurut Asep, perhatian terhadap amenity atau fasilitas pendukung di kawasan wisata sama pentingnya dengan pengembangan daya tarik utama. Hotel, restoran, hingga sarana penunjang lain disebutnya harus masuk dalam pengawasan agar tidak menimbulkan persoalan saat kunjungan meningkat.
Ia juga mengaitkan perhatian itu dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan tiga kafe di Kampung Turis, Pamugaran, Pangandaran, pada Kamis (31/8/2023). Kejadian tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa kesiapan darurat di wilayah wisata tidak boleh dianggap sepele.
"Tentu saja, tidak hanya atraksi, tetapi juga fasilitasnya yang harus diperhatikan. Seperti kenyamanan, standar keselamatan, dan lain-lain," ujar Asep.
Usulan Tambahan Mobil Damkar
Selain fasilitas umum, Asep juga menyoroti kebutuhan armada pemadam kebakaran di Pangandaran. Ia menilai jumlah mobil damkar yang tersedia masih perlu ditambah, terutama untuk wilayah dengan konsentrasi wisata tinggi.
Menurutnya, minimal harus ada satu unit mobil pemadam per kecamatan. Namun untuk kawasan yang padat wisata seperti Pangandaran dan Batu Karas, ia berpendapat idealnya tersedia setidaknya tiga unit yang siaga.
"Tetapi, untuk daerah yang padat dengan tempat wisata seperti Pangandaran dan Batu Karas, menurut saya mobil pemadam kebakaran seharusnya sudah standby minimal tiga unit," katanya.
Dengan tingginya mobilitas wisatawan pada masa liburan, Asep menilai kesiapan fasilitas dan respons darurat menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga citra Pangandaran sebagai destinasi wisata andalan.
Sumber link
Source link












