Jakarta — Desakan agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak dicopot mengemuka di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung). Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak datang membawa tuntutan tegas: mereka meminta Kejagung turun tangan meninjau langsung kinerja penegakan hukum di Kabupaten Lebak, terutama terkait penanganan dugaan korupsi yang disebut tak kunjung bergerak cepat.
Tuntutan GAMMA ke Kejagung
Dalam aksinya, GAMMA menilai Kejari Lebak lamban merespons laporan yang mereka serahkan sejak 2023. Menurut mereka, keterlambatan itu menimbulkan pertanyaan serius soal keseriusan aparat dalam mengusut dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan keuangan negara. Karena itu, mereka mendesak Kejagung untuk tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kinerja Kejari Lebak.
Kasus yang Dilaporkan Sejak 2023
Sejumlah dugaan perkara yang disorot GAMMA disebut berkaitan dengan Dinas Pendidikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lebak. Bagi para mahasiswa, lambannya penanganan kasus-kasus tersebut menunjukkan perlunya pemeriksaan lebih jauh agar penegakan hukum berjalan efektif, sesuai aturan, dan tidak memberi ruang bagi praktik korupsi yang merugikan negara.
Ancaman Aksi Berlanjut
GAMMA juga menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti pada satu kali unjuk rasa. Mereka meminta Kejagung segera mengambil langkah atas laporan yang sudah disampaikan, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kajari Lebak bila dinilai diperlukan. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka menyatakan akan terus menggelar aksi untuk menekan Kejagung agar menindaklanjuti persoalan tersebut.












