Perpusnas Revisi Jam Operasional: Kunjungan Hari Minggu Tetap Buka

Perpusnas Revisi Jam Operasional, Layanan Kunjungan Hari Minggu Tetap Dibuka

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akhirnya membatalkan rencana perubahan jam operasional yang sempat memicu sorotan publik. Setelah sebelumnya mengumumkan bahwa layanan kunjungan pada hari Minggu akan ditiadakan mulai Senin, 10 Februari 2025, Perpusnas kemudian merevisi keputusan itu dan menegaskan bahwa layanan pada hari tersebut tetap berjalan seperti biasa.

Pengumuman Dicabut Setelah Reaksi Publik

Revisi tersebut disampaikan Perpusnas melalui akun Instagram resminya. Dalam keterangan terbaru, lembaga itu memastikan jadwal layanan tidak berubah dan pengunjung tetap bisa datang pada akhir pekan, termasuk hari Minggu. Keputusan ini muncul tak lama setelah pengumuman awal menuai berbagai tanggapan, terutama dari kalangan pelajar dan masyarakat yang selama ini mengandalkan waktu libur untuk berkunjung.

Penyesuaian ini sekaligus menegaskan bahwa Perpusnas memilih kembali ke pola layanan semula. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap perpustakaan tidak terputus pada hari Minggu, yang selama ini menjadi salah satu waktu paling penting bagi pengunjung di luar jam sekolah dan kerja.

Jadwal Layanan Kembali Seperti Semula

Berdasarkan revisi yang diumumkan, jam operasional Perpusnas tetap berlaku dari Senin hingga Jumat pukul 08.00 sampai 19.00 WIB. Sementara itu, layanan pada Sabtu dan Minggu dibuka pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Dengan jadwal tersebut, pengunjung masih dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari baca di tempat, peminjaman buku, koleksi digital, hingga ruang referensi. Bagi banyak orang, terutama pelajar yang memiliki jadwal padat pada hari kerja, kepastian layanan akhir pekan ini menjadi hal yang krusial.

Masukan Pengunjung Jadi Pertimbangan

Rencana penutupan layanan hari Minggu sebelumnya dinilai kurang tepat oleh sebagian pihak karena dianggap berpotensi membatasi akses masyarakat ke perpustakaan. Hari Minggu selama ini menjadi waktu yang paling memungkinkan bagi pelajar maupun pengunjung umum untuk datang tanpa terganggu aktivitas sekolah atau pekerjaan.

Setelah menerima masukan dan kritik, Perpusnas memutuskan membatalkan perubahan tersebut dan mempertahankan layanan seperti semula. Langkah ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengunjung tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan layanan publik yang bersifat langsung dan terbuka untuk masyarakat luas.