Karangasem — Di tengah rangkaian persiapan perayaan Ida Batara Turun Kabeh, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra turun langsung memimpin karya bakti atau ngayah di Pura Penataran Agung Besakih, Rendang, Karangasem. Kehadiran sekitar 200 prajurit TNI dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa tradisi gotong royong di Bali tidak hanya hidup di tengah masyarakat adat, tetapi juga mendapat dukungan dari unsur militer.
Gotong Royong dalam Tradisi Ngayah
Kegiatan ngayah ini dilakukan secara sukarela dan penuh keikhlasan sebagai bagian dari kearifan lokal Bali. Para anggota TNI bersama-sama membantu berbagai kebutuhan persiapan upacara di kawasan pura, dengan pembagian tugas yang diatur langsung oleh Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra. Pola kerja kolektif seperti ini menjadi penanda kuat bahwa nilai kebersamaan masih dijaga dalam setiap tahapan ritual keagamaan di Besakih.
Disambut Bendesa Adat Besakih
Setibanya di lokasi, Danrem 163 Wira Satya dan rombongan diterima dengan hangat oleh Jero Bendesa Adat Besakih, Jero Nyoman Widiarta. Setelah penyambutan, rombongan melanjutkan sejumlah rangkaian upacara di Pura Penataran Agung Besakih. Momen ini tidak hanya menjadi bagian dari prosesi keagamaan, tetapi juga mempertegas hubungan erat antara aparat dan masyarakat adat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Menjelang Puncak Upacara 12 April
Perayaan Puncak Tawur Tabuh Gentuh Lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dijadwalkan berlangsung pada 12 April mendatang. Menjelang puncak acara itu, keterlibatan TNI dalam ngayah menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap kelancaran ritual dan persembahyangan. Lebih dari sekadar membantu secara fisik, kegiatan ini juga menunjukkan penghormatan kepada bhatara sekaligus upaya menjaga denyut adat dan spiritualitas Bali tetap menyatu dalam kehidupan sehari-hari.
Di Besakih, kerja bersama bukan hanya soal menyelesaikan persiapan upacara, melainkan juga soal merawat identitas budaya yang terus hidup lewat tindakan nyata.
