Di tengah keterbatasan yang kerap membayangi langkah anak-anak sekolah, Zawandita justru melihat jalan yang makin terbuka. Siswa kelas 7 Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta ini punya tujuan yang jelas: menjadi pengusaha di bidang kuliner. Bukan sekadar cita-cita di atas kertas, Zawandita sudah menumbuhkan minat itu sejak kecil lewat kebiasaan memasak, bahkan ikut membantu ekonomi keluarga dengan menjual kue-kue kering dari rumah.
Mimpi Kuliner yang Mulai Punya Arah
Bagi Zawandita, dunia kuliner bukan hal asing. Ketertarikan yang ia bawa dari rumah kini mendapat ruang untuk berkembang lewat sekolah. Ia merasa keberadaan Sekolah Rakyat memberi peluang yang lebih besar, terutama karena pendidikan bisa diakses tanpa beban biaya yang memberatkan. Situasi itu membuat langkahnya terasa lebih ringan untuk mengejar masa depan yang selama ini hanya dibayangkan dari jauh.
Temannya, Rayhan, juga membawa mimpi serupa. Ia ingin menjadi pengusaha kuliner karena tumbuh di lingkungan keluarga yang memiliki kemampuan memasak. Dukungan dari orang tua membuat Rayhan semakin yakin bahwa jalur yang ia pilih bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan benar-benar sesuai dengan minat dan bekal yang ia miliki.
Sekolah Rakyat Jadi Titik Awal Baru
Baik Zawandita maupun Rayhan sama-sama merasakan manfaat kehadiran Sekolah Rakyat. Bagi mereka, program ini bukan hanya soal sekolah gratis, tetapi juga soal kesempatan yang lebih setara untuk belajar dan berkembang. Fasilitas yang mendukung kehidupan mereka di sekolah membuat keduanya merasa lebih tenang dan fokus menatap masa depan.
Keduanya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Presiden dan Prabowo atas program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka jalan bagi anak-anak seperti mereka. Di tengah dorongan keluarga, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, dan harapan untuk terus belajar, Zawandita dan Rayhan kini melihat mimpi mereka bukan lagi sesuatu yang jauh dari kenyataan.
Source link


