Wilfrida Soik, mantan TKI asal Belu, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan setelah mengungkap alasan di balik nama anaknya: Merah Prima Bowo. Nama itu bukan dipilih sekadar terdengar unik, melainkan sebagai tanda terima kasih atas peran Prabowo Subianto dalam perjuangannya lepas dari hukuman mati di Malaysia.
Nama Anak sebagai Bentuk Penghormatan
Dalam wawancara dengan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Wilfrida menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat bahagia karena kini bisa berkumpul kembali dengan keluarga di Indonesia. Di tengah rasa syukur itu, ia juga menegaskan bahwa nama yang diberikan kepada bayinya merupakan bentuk penghormatan kepada Prabowo.
Menurut Karding, pilihan nama Merah Prima Bowo lahir dari rasa cinta dan terima kasih Wilfrida atas bantuan yang ia terima saat menghadapi masa paling sulit dalam hidupnya.
Tak Lupa Saat Paling Terpuruk
Wilfrida mengenang momen saat dirinya menunggu putusan sidang di Malaysia sekitar 10 tahun lalu. Saat itu, ia merasa sangat sendiri dan tertekan. Kehadiran Prabowo dalam proses yang menentukan nasibnya menjadi pengalaman yang tidak ia lupakan.
Bagi Wilfrida, sosok Prabowo hadir seperti penolong di saat ia hampir kehilangan harapan. Ia bahkan menggambarkannya sebagai malaikat penolong yang datang ketika dirinya berada dalam situasi paling genting.
Dari Vonis Mati ke Hidup Baru
Wilfrida Soik sebelumnya divonis hukuman mati pada 2010 terkait kasus pembunuhan majikannya di Malaysia. Setelah melalui proses panjang, ia akhirnya bebas dari hukuman mati pada 2015 berkat dukungan dan bantuan pribadi dari Prabowo Subianto.
Perjalanan itu meninggalkan jejak emosional yang kuat bagi Wilfrida. Karena itulah, nama anaknya kini menjadi simbol yang terus mengingatkannya pada fase berat yang berhasil ia lewati, sekaligus pada orang yang ia anggap berjasa besar dalam hidupnya.
Source link


