Berita  

Pria di Ngawi Laku Pencabulan 2 Kali: Modus Obati Anak Malas Sekolah

Ngawi kembali diguncang kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur yang memanfaatkan kepercayaan dan kelemahan korban. Seorang pria berinisial SY (45) kini berurusan dengan polisi setelah diduga melakukan pencabulan terhadap seorang anak perempuan. Yang membuat perkara ini semakin menyita perhatian, pelaku disebut memakai kedok sebagai dukun pengobatan untuk mendekati korban dan melancarkan aksinya.

Kedok dukun untuk menjerat korban

Dalam kasus ini, SY diduga tidak datang dengan cara terang-terangan. Ia justru membangun kepercayaan terlebih dahulu dengan mengaku sebagai orang yang bisa mengobati. Dari situ, ia memanfaatkan situasi korban yang disebut malas sekolah untuk memengaruhi dan memperdaya anak tersebut. Pola semacam ini menunjukkan bagaimana pelaku kerap mencari celah dari kondisi psikologis maupun lingkungan korban.

Korban anak di bawah umur jadi sasaran

Perbuatan SY disebut terjadi dua kali, sehingga kasus ini tidak bisa dipandang sebagai tindakan spontan. Dengan menjadikan anak di bawah umur sebagai sasaran, pelaku telah melanggar batas perlindungan yang semestinya dijaga ketat. Kasus ini juga mempertegas bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dengan kekerasan terbuka, tetapi bisa melalui manipulasi, bujuk rayu, dan penyalahgunaan kepercayaan.

Peringatan bagi orang tua dan lingkungan sekitar

Peristiwa di Ngawi ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak tidak cukup hanya di rumah atau sekolah. Orang tua dan lingkungan sekitar perlu lebih peka terhadap sosok-sosok yang tiba-tiba menawarkan bantuan, pengobatan, atau perhatian berlebihan kepada anak-anak. Pada saat yang sama, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual harus berjalan tegas agar korban mendapat keadilan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Source link