Pimpinan DPR RI menyatakan telah menerima langsung aspirasi dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan sejumlah organisasi kemahasiswaan. Tak berhenti di situ, aspirasi itu juga disebut sudah ditindaklanjuti dengan komunikasi ke pemerintah agar bisa diterima secara resmi pada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan besok.
Aspirasi Mahasiswa Masuk Meja Pimpinan DPR
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa sejumlah poin yang disampaikan mahasiswa turut masuk dalam daftar 17+8 yang akan dievaluasi oleh DPR. Menurutnya, pimpinan dewan tidak hanya mendengar, tetapi juga mulai menyiapkan langkah konkret agar pembahasan tidak berhenti pada penyampaian tuntutan semata.
“Pimpinan DPR telah menerima aspirasi dari adik-adik BEM dan organisasi kemahasiswaan dengan baik, dan mereka telah menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menghubungi pemerintah untuk menerima aspirasi adik-adik BEM tersebut,” ujar Dasco dalam audiensi doorstop tersebut.
Rapat Fraksi dan Pembahasan UU Berikutnya
Di internal parlemen, pimpinan fraksi DPR disebut akan segera menggelar rapat evaluasi untuk menyatukan pandangan dan menghasilkan kesepakatan bersama. Langkah ini dipandang penting agar pembahasan di DPR tidak berjalan parsial dan tetap berada dalam satu arah kebijakan.
Dasco juga menyebut pimpinan DPR telah mengirim surat ke Sekretariat Jenderal DPR agar anggota yang dinonaktifkan tetap memperoleh fasilitas keanggotaan. Sementara itu, setelah pembahasan KUHAP selesai, DPR akan segera melanjutkan agenda ke Undang-Undang Perampasan Aset.
Partisipasi Publik Masih Dibuka
Untuk KUHAP, partisipasi publik masih terus diterima. Namun, proses evaluasi disebut memiliki batas waktu, supaya pembahasan terhadap Undang-Undang Perampasan Aset bisa segera dimulai. Evaluasi DPR dan agenda reformasi akan dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani, dengan target membangun lembaga legislatif yang lebih baik dan transparan.
Dasco menegaskan bahwa seluruh anggota DPR perlu belajar dari pengalaman sebelumnya agar kualitas kerja parlemen bisa meningkat secara bersama-sama. Dalam konteks itu, audiensi dengan mahasiswa menjadi salah satu sinyal bahwa tekanan publik kini ikut mendorong DPR bergerak lebih cepat dan lebih terbuka.
Source link


