Profil Agus Suparmanto, Eks Mendag yang Kini Memimpin PPP
Nama Agus Suparmanto kembali menjadi sorotan setelah Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkannya sebagai Ketua Umum melalui keputusan aklamasi. Sosok yang pernah duduk di kursi Menteri Perdagangan itu kini memegang kendali baru di partai berlambang Ka’bah, dengan mandat untuk membawa perubahan di tengah dinamika internal yang menyertai forum tersebut.
Dipilih Aklamasi di Muktamar PPP
Penetapan Agus berlangsung dalam rapat paripurna pada Minggu (28/9) dini hari di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Mayoritas peserta muktamar sepakat mengusungnya tanpa proses voting, dan forum disebut berjalan lancar tanpa ada peserta yang meninggalkan ruangan. Qoyum Abdul Jabar selaku Ketua Pimpinan Sidang Paripurna VIII menegaskan bahwa keputusan itu merupakan kehendak sekaligus aspirasi para peserta muktamar.
Di muktamar tersebut, Agus disebut terpilih mengungguli dua kandidat lain. Meski begitu, keputusan aklamasi itu juga memunculkan dinamika tersendiri karena ada klaim jabatan dari Plt Ketua Umum Mardiono. Di tengah situasi itu, tim Agus bergerak menyiapkan kepengurusan baru sebagai langkah awal menata arah kepemimpinannya.
Latar Belakang Agus Suparmanto
Agus Suparmanto lahir di Jakarta pada 23 Desember 1965. Ia menempuh pendidikan di bidang Ekonomi di Universitas Nasional sebelum dikenal lebih luas lewat kiprahnya di dunia usaha dan organisasi olahraga. Jauh sebelum masuk ke panggung politik, Agus pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Manggar Biliton (GMB).
Di luar bisnis, namanya juga tercatat pernah memimpin Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) sebagai Ketua Umum. Rekam jejak itu membuat Agus dikenal sebagai figur yang akrab dengan dunia organisasi, baik di sektor ekonomi maupun olahraga.
Jejak Singkat di Kabinet Jokowi
Karier politik nasional Agus mulai menonjol saat Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Menteri Perdagangan pada 23 Oktober 2019. Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama. Ia hanya menjabat hingga Desember 2020, periode yang diwarnai sejumlah kontroversi terkait kebijakan impor.
Kini, setelah ditetapkan memimpin PPP, Agus menghadapi tantangan yang berbeda. Dari kursi menteri ke pucuk pimpinan partai, posisinya menuntut kemampuan merangkul faksi internal sekaligus menyusun arah politik yang lebih solid bagi PPP ke depan.
Source link












