Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin pemusnahan barang bukti narkoba seberat 2,1 ton di Mabes Polri, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/10). Kehadiran kepala negara dalam agenda ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar slogan, melainkan kerja serius yang melibatkan seluruh unsur penegak hukum.
Pesan keras dari Mabes Polri
Pemusnahan ribuan kilogram narkoba tersebut menjadi simbol bahwa negara tidak memberi ruang bagi peredaran barang terlarang yang terus mengancam masyarakat. Langkah ini juga menunjukkan upaya pemerintah memperkuat penindakan terhadap jaringan pengedar yang selama ini kerap bergerak lintas wilayah dan memanfaatkan berbagai celah.
Polri diminta tetap konsisten menekan peredaran
Dengan jumlah barang bukti yang begitu besar, operasi ini sekaligus memperlihatkan intensitas kerja Polri dalam membongkar kasus-kasus narkotika. Aksi pemusnahan di hadapan Presiden diharapkan memberi efek gentar bagi para pelaku, sekaligus menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus berjalan tanpa kompromi.
Komitmen yang harus berlanjut
Di tengah masih maraknya peredaran narkoba di berbagai daerah, pemusnahan 2,1 ton barang bukti ini menjadi pengingat bahwa ancaman tersebut belum selesai. Pemerintah dan aparat kini dituntut menjaga ritme pemberantasan agar upaya yang sudah dilakukan tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar menekan ruang gerak para pengedar.
Source link
