JAKARTA — Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein atau Abdullah II ke Indonesia pada Jumat sore ini bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Di balik pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, ada sejarah panjang pertemanan dua pemimpin yang sudah terjalin sejak masih muda dan kini sama-sama berada di puncak kekuasaan negara masing-masing.
Agenda Diplomatik yang Sarat Makna
Selama berada di Indonesia, Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Danantara Indonesia. Keduanya juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bilateral yang menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan ini. Kehadiran Raja Abdullah II ke Jakarta merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yordania tidak hanya bergerak di jalur formal antarnegara, tetapi juga ditopang oleh kedekatan personal antara kedua pemimpin. Hal ini membuat setiap pertemuan Prabowo dan Abdullah II selalu menarik perhatian, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Persahabatan Lama yang Terus Bertahan
Sebelum agenda di Jakarta, Presiden Prabowo lebih dulu berkunjung ke Yordania pada 14 April 2025 dan bertemu langsung dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman. Momen itu kembali menegaskan kedekatan mereka yang sudah terbangun sejak lama. Bahkan, dalam kunjungan tersebut, Raja Abdullah II sempat mengemudikan sendiri mobil untuk mengantar Prabowo ke hotel tempatnya bermalam di pusat Kota Amman.
Kedekatan itu berakar dari masa muda mereka ketika sama-sama menempuh pendidikan di sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat, Fort Benning. Latar belakang militer yang serupa membuat hubungan keduanya berkembang bukan hanya sebagai kolega, tetapi juga sebagai sahabat yang saling memahami perjalanan masing-masing.
Dari Komandan Pasukan Khusus ke Puncak Negara
Prabowo dan Raja Abdullah II sama-sama pernah memimpin satuan elite. Prabowo dikenal sebagai Danjen Kopassus, sementara Raja Yordania pernah menjabat Komandan Pasukan Khusus Yordania. Jejak karier militer itu menjadi fondasi kuat yang ikut membentuk hubungan mereka hingga kini.
Persahabatan tersebut tetap terjaga meski perjalanan hidup keduanya sempat mengambil jalan berbeda. Prabowo pernah mengasingkan diri ke Yordania pada 1998, sementara Raja Abdullah II telah memimpin Yordania sejak 1999. Mereka juga sempat bertemu lagi saat Raja Yordania berkunjung ke Indonesia pada 2014.
Kini, Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, sedangkan Abdullah II tetap memegang tampuk kepemimpinan Yordania. Pertemuan keduanya di Jakarta kali ini bukan hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menampilkan wajah diplomasi yang dibangun di atas sejarah panjang, loyalitas, dan kedekatan personal yang jarang dimiliki dua kepala negara.
Source link












