Setelah melewati proses persalinan yang melelahkan, tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih dan dukungan nutrisi yang tepat. Pola makan yang baik memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas ASI bagi bayi, selain dapat mempercepat pemulihan fisik. Beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi atau dihindari pada masa pasca persalinan untuk menjaga kesehatan ibu dan memastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi optimal. Tidak ada pantangan makanan secara universal, namun penting untuk memastikan konsumsi makanan seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Makanan pedas berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu dan mengakibatkan bayi mengalami kolik. Konsumsi kafein berlebihan juga sebaiknya dihindari, karena dapat membuat bayi gelisah dan sulit tidur. Alkohol harus dihindari selama masa menyusui karena dapat mengganggu kesehatan bayi. Makanan berminyak dan makanan berminyak lainnya sebaiknya dibatasi karena dapat menurunkan kebugaran ibu.
Makanan dan minuman bergas dapat memicu penumpukan gas yang membuat baik ibu maupun bayi gelisah. Konsumsi makanan asam sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan pencernaan. Tertentu ikan harus dihindari karena tinggi kandungan merkuri, sedangkan makanan pemicu alergi juga sebaiknya dihindari.
Makanan kalengan mengandung bahan pengawet dan garam tinggi, sehingga konsumsi berlebih dapat menurunkan kualitas ASI. Konsumsi susu sapi sebaiknya juga dibatasi, terutama jika bayi dicurigai memiliki intoleransi laktosa. Makanan mentah berisiko membawa bakteri berbahaya, sedangkan beberapa zat tertentu dapat mengurangi produksi ASI. Selama menyusui, ibu perlu berhati-hati terhadap obat-obatan tertentu dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Artikel ini telah disadur dari KlikDokter, dan diakses tanggal 29 Januari 2025. Jangan mengambil konten ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.












