Pernikahan yang tahan lama tidak selalu menjamin kebahagiaan bagi pasangan di usia lanjut. Gray divorce, istilah untuk perceraian pasangan usia 50 tahun ke atas, muncul dari pencarian makna hidup, ketenangan batin, dan kualitas hubungan di sisa usia. Istilah gray divorce pertama kali dikenalkan oleh AARP pada 2004, setelah studi mendalam tentang perceraian usia paruh baya ke atas. Di beberapa negara, pasangan yang bercerai di usia senja disebut dengan istilah lain, seperti “silver splitters” atau “silver surfers”.
Beberapa faktor yang menyebabkan gray divorce termasuk sindrom masalah finansial, ketidaksetiaan, masalah kesehatan, renggangnya hubungan, ekspektasi yang berubah, dan berkurangnya stigma buruk tentang perceraian. Perselingkuhan, konflik uang menjelang pensiun, dan perbedaan minat di masa tua sering memicu perceraian. Selain itu, berkembangnya kesadaran akan kebahagiaan diri sendiri juga turut mendukung keputusan untuk bercerai di usia lanjut.












