Menjelang perayaan Tahun Baru, kegiatan membeli kembang api menjadi semakin meningkat sebagai bagian dari tradisi untuk merayakan malam pergantian tahun. Meskipun kembang api bisa membuat malam yang spesial, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dampak negatifnya terhadap kesehatan. Asap dari pembakaran kembang api menghasilkan polusi udara berbahaya seperti partikel halus yang dapat membahayakan saluran pernapasan. Efek dari kembang api ini termasuk gangguan pernapasan, yang bisa memicu iritasi paru, batuk, hingga masalah kesehatan kronis seperti asma dan PPOK.
Selain gangguan pernapasan, pembakaran kembang api juga berisiko memperburuk penyakit kronis seperti jantung dan paru-paru. Asap kembang api juga dapat merusak kesehatan kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Penggunaan kembang api yang tidak hati-hati juga dapat menyebabkan luka bakar, cedera fisik, atau bahkan memicu serangan epilepsi. Suara ledakan petasan juga berbahaya bagi sistem pendengaran dan penglihatan.
Meskipun menikmati kembang api bisa menjadi momen yang menyenangkan, penting untuk tetap berhati-hati. Dengan menjaga jarak yang aman, menggunakan masker saat udara buruk, dan memilih posisi yang terhindar dari serpihan kembang api, kita dapat mengurangi risiko kesehatan saat menikmati pertunjukan kembang api. Jadi, selalu perhatikan dampak negatif dari kembang api dan berhati-hatilah saat berada di sekitarnya.
Referensi: ANTARA – “Efek Bermain Kembang Api Bagi Kesehatan yang Jarang Disadari”












