Menyaksikan tumbuh kembang anak menjadi kebahagiaan bagi setiap orang tua. Namun, di masa balita, tak sedikit orang tua yang masih bingung memilih aktivitas yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak. Karena masa balita adalah periode emas, di mana otak anak berkembang pesat dan optimal, pemilihan aktivitas yang sesuai usia akan sangat berpengaruh. Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Halodoc, berikut beberapa kegiatan yang sesuai untuk balita berdasarkan tahap usianya.
Pada usia 0–6 bulan, bayi mulai mengembangkan pendengaran dan penglihatan dengan pesat. Mereka tertarik pada suara, warna, dan gerakan di sekitarnya. Oleh karena itu, stimulasi taktil, auditif, eksplorasi visual, dan bercermin menjadi aktivitas yang sesuai untuk perkembangan bayi pada fase ini.
Saat mencapai usia 7–12 bulan, bayi mulai duduk, merangkak, dan bahkan berdiri. Mereka juga mulai mengenali nama, memahami kata-kata sederhana, serta suka mencari benda yang tersembunyi. Aktivitas yang direkomendasikan pada fase ini antara lain teether, buku cerita bergambar, balok dan kubus warna-warni, bola plastik, dan mainan peran.
Untuk anak usia 1–3 tahun, mereka mulai aktif berjalan, melompat, dan berbicara lebih lancar. Kemampuan sosialnya juga semakin berkembang. Oleh karena itu, aktivitas yang bisa dilakukan pada fase ini antara lain permainan konstruksi, pengembangan kognitif dan konsentrasi, interaksi sosial dan komunikasi, permainan imajinatif, serta eksplorasi kreatif dan sensorik.
Sementara itu, untuk anak usia 4–6 tahun yang semakin komunikatif, aktif bertanya, dan mampu mengikuti aturan dalam bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya, disarankan untuk melakukan aktivitas literasi dan bahasa, permainan kognitif dan strategi, aktivitas motorik baik motorik halus maupun motorik kasar.
Dengan pemilihan aktivitas yang sesuai usia, orang tua dapat membantu memaksimalkan potensi tumbuh kembang anak di masa golden age. Selain itu, perkembangan anak juga akan lebih optimal jika didukung dengan aktivitas yang bervariasi dan merangsang berbagai aspek perkembangan anak.












