Berita  

Longsor Tutup Akses Desa Patemon Situbondo, Penanganan dan Pemulihan Hingga Jalan Tertimbun

Longsor Tutup Akses Desa Patemon Situbondo, Jalan Utama Dusun Krajan Tertimbun 200 Meter

Hujan deras yang mengguyur wilayah Situbondo kembali memicu bencana tanah longsor dan membuat akses warga terganggu total. Material tanah dan batu dari lereng menutup jalan utama menuju Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, setelah hujan turun berjam-jam pada Selasa malam. Akibatnya, jalur yang biasa dipakai warga untuk keluar-masuk dusun kini tertimbun sepanjang sekitar 200 meter.

Akses Warga Lumpuh Usai Hujan Berjam-jam

Longsor terjadi saat intensitas hujan masih tinggi dan kondisi tanah di sekitar lokasi diduga sudah jenuh oleh air. Tumpukan material yang terbawa dari atas tebing langsung memutus jalur utama penghubung Dusun Krajan dengan wilayah sekitarnya. Situasi ini membuat mobilitas warga terhambat, terutama untuk aktivitas harian yang bergantung pada akses darat tersebut.

Jalan Tertimbun Tanah dan Batu

Bukan hanya tanah, batu-batu dari longsoran juga ikut memenuhi badan jalan. Panjang timbunan yang mencapai 200 meter menunjukkan skala kerusakan yang tidak kecil, sehingga penanganan diperkirakan tidak bisa dilakukan cepat tanpa alat dan pembersihan bertahap. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa Situbondo masih rentan terdampak bencana tanah longsor ketika cuaca ekstrem datang tanpa jeda.

Cuaca Ekstrem Masih Jadi Ancaman

Kasus di Desa Patemon menambah daftar gangguan akibat hujan deras di Situbondo. Saat hujan turun terus-menerus, lereng dan tebing yang labil menjadi sumber bahaya bagi permukiman maupun akses jalan warga. Kondisi seperti ini membuat pemulihan tak hanya soal membuka kembali jalan, tetapi juga memastikan jalur tersebut aman dilalui setelah material longsor dibersihkan.

Sumber: jatim.jpnn.com.

Source link