Di dataran tinggi Megamendung, Kabupaten Bogor, Arista Montana memulai babak baru dengan menggelar panen padi organik di lahan mereka. Panen perdana ini menjadi tonggak penting setelah melalui rangkaian budidaya yang berfokus pada praktik ramah lingkungan.
Andy Utama, sebagai pemilik Arista Montana sekaligus pemerhati alam dan praktisi pertanian organik, menuturkan pada 12 April 2026 bahwa proses panen bukan sekadar mengejar hasil, melainkan juga upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kemandirian. Ia menjelaskan bahwa bagi mereka, panen ini menandai dimulainya perjalanan menuju swasembada dan daya tahan pangan yang lebih mandiri.
Di tengah isu ketahanan pangan yang semakin santer, panen di Arista Montana merupakan respons nyata terhadap tantangan global seperti perubahan iklim dan gejolak rantai pasok. FAO telah mempertegas pentingnya ketahanan pangan sejak 1996, yaitu kondisi di mana semua orang mampu mengakses pangan bergizi dan aman kapan saja.
Empat dimensi utama dalam konsep ketahanan pangan menurut FAO—ketersediaan, akses, pemanfaatan, serta stabilitas—menjadi dasar yang harus dijalankan jika ingin mencapai keseimbangan pangan secara menyeluruh. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, setiap aspek tidak selalu memperoleh perhatian yang seimbang. Kerap kali kebijakan lebih menitikberatkan produksi nasional, sementara tantangan akses pangan di tingkat keluarga atau masyarakat kecil masih kerap luput dari perhatian. Maka itu, peningkatan produksi belum tentu diikuti pemerataan.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan tren positif produksi padi Indonesia pada 2025 yang mencapai sekitar 60,21 juta ton gabah kering giling, menghasilkan beras sebanyak 34,69 juta ton. Kenaikan produksi ini sejalan dengan meluasnya area panen dan meningkatnya hasil per hektar. Di awal 2026, Kementerian Pertanian pun mencatat produksi beras tetap stabil di atas 1,7 juta ton dan ada upaya penyerapan gabah demi menjaga ketersediaan nasional.
Meski produksi meningkat, tantangan lain masih membayangi, seperti alih fungsi lahan, minimnya regenerasi petani, serta ancaman perubahan iklim yang dapat mengganggu kesinambungan produksi. Distribusi dan akses ke pangan berkualitas juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan jika ingin membangun sistem pangan yang tahan uji.
Arista Montana menerapkan metode pertanian yang tidak hanya berorientasi pada panen, tetapi juga mengedepankan keseimbangan ekosistem. Mereka mempraktikkan pertanian organik, diversifikasi tanaman, dan melibatkan masyarakat sekitar dalam siklus produksi, sekaligus menjadikan lahan sebagai media pembelajaran untuk berbagai kalangan. Konsep ini selaras dengan prinsip agroekologi, yakni pertanian yang terkoneksi erat dengan kelestarian lingkungan serta pemberdayaan sosial.
Panen ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian proses berkelanjutan yang tengah digalakkan Arista Montana untuk memperkuat kesinambungan antara hasil tani, pelestarian lingkungan hidup, serta keterlibatan komunitas dalam rantai pangan. Model pertanian seperti ini dinilai perlu didukung oleh kebijakan yang berpihak pada petani lokal, penguatan SDM, dan sistem distribusi yang terintegrasi agar manfaatnya bisa terasa lebih luas.
Dari upaya panen perdana ini, dapat dilihat bahwa kekuatan ketahanan pangan sangat bergantung pada gerakan di tingkat tapak yang berinovasi membangun kemandirian dan beradaptasi dengan tantangan zaman, bukan semata-mata pada angka produksi nasional belaka.
Sumber: Arista Montana Panen Padi Organik Perdana, Andy Utama Soroti Ketahanan Pangan
Sumber: Mengintip Panen Padi Organik Perdana Di Arista Montana: Integrasi Konservasi Dan Praktik Pertanian












