Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Sebaran Abu Vulkanik Meluas
Jakarta (ANTARA) – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) dan dampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik dari erupsi tersebut telah meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, abu vulkanik bergerak pada beberapa ketinggian dengan arah yang berbeda. Sebaran pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak menuju timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan di sekitarnya. Sementara abu pada ketinggian lebih tinggi terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.
Wilayah Bogor hingga Sukabumi juga dilaporkan terpapar abu vulkanik, memerlukan kewaspadaan lebih dari masyarakat di sekitarnya.
Bahaya Abuan Vulkanik dan Dampaknya
Arsip: BMKG
Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga Level III. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung ini dan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan abu lebat serta bahaya erupsi lainnya.
Bahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh dan Lingkungan
1. Mengganggu Saluran Pernapasan
Abu vulkanik mengandung partikel sangat kecil yang bisa menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Paparan abu dapat memicu batuk, hidung gatal, dan kesulitan bernapas, terutama bagi individu dengan gangguan pernapasan.
2. Membuat Mata Perih dan Iritasi
Partikel abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, seperti perih, gatal, dan mata berair. Bengo besi agar menghindari mengucek mata dan menggunakan pelindung mata ketika berada di luar ruangan selama paparan abu terjadi.
…
…












