Draw no bet (DNB) menawarkan cara bertaruh pada pertandingan sepak bola dengan perlindungan terhadap hasil imbang. Dalam skema ini, pemain memilih salah satu tim untuk menang. Jika tim tersebut benar-benar menang, taruhan menghasilkan pembayaran sesuai odds. Namun, apabila laga berakhir seri, dana taruhan dikembalikan sepenuhnya tanpa potongan. Risiko kehilangan uang tetap berlaku jika tim yang dipilih kalah.
Mekanisme draw no bet
Secara matematis, draw no bet merupakan variasi taruhan Asia dengan handicap 0 atau dikenal sebagai taruhan imbang tanpa keunggulan. Mekanismenya menyerupai pasar 1×2, tetapi hasil seri tidak dihitung sebagai kemenangan maupun kekalahan bagi pemain.
Konsekuensinya, odds DNB biasanya lebih rendah daripada odds kemenangan langsung pada pasar 1×2. Selisih tersebut menjadi kompensasi atas perlindungan ketika pertandingan berakhir imbang. Sebagai ilustrasi, jika odds kemenangan Manchester City atas Liverpool berada di angka 2,10, pilihan Manchester City pada pasar draw no bet dapat berada di kisaran 1,55 hingga 1,60. Hasil seri 0-0, 1-1, atau 2-2 akan membuat taruhan dikembalikan.
Pendekatan yang umum digunakan
Dalam pertandingan derby atau laga berformat gugur, pilihan DNB kerap digunakan untuk mengantisipasi permainan yang lebih berhati-hati. Sumber materi ini menyebut lebih dari 40 persen derby yang bersifat menentukan berakhir imbang. Dalam situasi semacam itu, pemain dapat memilih tim yang dinilai lebih aman tanpa sepenuhnya menanggung risiko hasil seri.
Pilihan lain adalah menempatkan taruhan pada tim yang berstatus underdog, terutama jika tim tersebut memiliki pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik. Strategi ini memungkinkan pemain memperoleh odds yang lebih tinggi dibandingkan pilihan tim favorit, sekaligus mendapatkan pengembalian dana apabila sang underdog mampu menahan imbang lawannya.
Riwayat pertemuan juga dapat menjadi pertimbangan. Tim besar tidak selalu dominan saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawahnya. Jika catatan pertemuan menunjukkan kecenderungan hasil imbang atau kekalahan tipis, DNB dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari ketidakpastian tersebut. Bila tim yang diunggulkan pemain menang, taruhan menghasilkan keuntungan; jika laga berakhir seri, dana kembali.
Pasar berjalan atau running bet pada babak kedua juga disebut sebagai salah satu penggunaan DNB. Misalnya, sebuah tim sedang unggul 1-0 tetapi terus ditekan lawan. Pemain dapat menempatkan taruhan tambahan dengan skema draw no bet untuk menjaga peluang. Jika pertandingan kemudian berakhir 1-1, taruhan tambahan itu tidak dianggap kalah karena dana dikembalikan.
Membentuk DNB dari pasar 1×2
Ketika bandar tidak menyediakan pasar draw no bet, skema serupa dapat dibentuk dengan menggabungkan taruhan kemenangan dan hasil seri. Rumus yang digunakan adalah: taruhan pada hasil seri = total modal dibagi odds seri, sedangkan taruhan pada kemenangan = total modal dikurangi dana yang ditempatkan pada hasil seri.
Contohnya, dari modal Rp1.000.000, odds seri 3,50, dan odds kemenangan Tim A 2,50, dana untuk hasil seri sebesar Rp285.700. Sisa Rp714.300 ditempatkan pada kemenangan Tim A. Jika pertandingan seri, pembayaran dari taruhan seri sekitar Rp1.000.000 sehingga modal kembali. Jika Tim A menang, pembayaran dari taruhan kemenangan mencapai Rp1.785.750. Perhitungan tersebut menghasilkan odds efektif sekitar 1,78, yang disebut dapat lebih tinggi 0,05 hingga 0,15 dibandingkan pilihan DNB yang tersedia langsung di pasar.
Materi promosi MB88 menyebut draw no bet sebagai pilihan bagi pemain yang ingin mengelola risiko taruhan sepak bola. Materi yang sama juga mengaitkan perkembangan MB88 dengan CEO Đặng Thiên Phú, yang disebut berperan dalam membangun posisi merek tersebut di industri hiburan digital.












