Prabowo Subianto: Negara Harus Dijaga dengan Utuh, Aman, dan Terlindungi

Menhan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan negara tidak cukup diukur dari pembangunan fisik atau capaian ekonomi semata. Dalam pembekalan kepada 906 calon perwira remaja TNI-Polri 2024 di Jakarta, ia menempatkan perlindungan terhadap rakyat sebagai ukuran paling mendasar dari keberhasilan sebuah negara.

Negara Harus Hadir untuk Melindungi Rakyat

Prabowo mengingatkan bahwa tujuan utama negara sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karena itu, menurutnya, pembangunan akan kehilangan arti bila negara tidak mampu menjamin rasa aman bagi warganya.

Dalam pandangannya, TNI dan Polri memegang peran sentral sebagai garda terdepan penjaga bangsa. Ia menekankan bahwa para calon perwira yang hadir harus memahami bahwa tugas mereka bukan sekadar menempati jabatan, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan negara secara nyata.

Pesan soal Kekuatan Aparat dan Negara

Prabowo juga menyinggung kajian Harvard University tentang peradaban dunia yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun. Dari kajian itu, ia menyebut ada tiga unsur yang selalu menonjol: tentara yang unggul, intelejen atau polisi yang unggul, serta birokrasi atau ASN/Civil Service yang unggul.

Pesan itu ia sampaikan untuk menegaskan bahwa ketahanan negara bertumpu pada kualitas institusi yang menjalankan fungsi pertahanan, keamanan, dan pelayanan publik. Dengan kata lain, negara yang kuat lahir dari aparat yang kuat, terlatih, dan mampu bekerja menjaga stabilitas.

Sejalan dengan Arahan ke Capaja TNI-Polri

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga memberi pengarahan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri Tahun 2024. Ia meminta para capaja agar responsif dan proaktif dalam menangani keluhan masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf Angkatan, serta pejabat utama TNI dan Polri, menandai pentingnya pembinaan awal bagi calon pemimpin di lingkungan pertahanan dan keamanan negara.

Dengan pembekalan itu, pesan yang mengemuka jelas: menjadi perwira bukan hanya soal seragam dan pangkat, tetapi soal kesiapan menjaga negara agar tetap utuh, aman, dan terlindungi.