Berita  

Asep Jumarsa Tanggapi Kontroversi HGB Buyan dan Sentil Glamping

Asep Jumarsa Tanggapi Kontroversi HGB Buyan dan Sentil Glamping

Kontroversi soal perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Buyan kembali memanas setelah Asep Jumarsa ikut merespons isu yang melibatkan PT Sarana Buana Handara (SBH). Sorotan publik tak lagi hanya tertuju pada status lahan, tetapi juga pada keberadaan glamping ilegal yang ikut disinggung dalam pernyataannya. Situasi ini membuat polemik seputar pemanfaatan ruang di Bali semakin ramai dibicarakan.

HGB Buyan jadi pusat perhatian

Isu perpanjangan HGB atas lahan di kawasan Buyan memang sudah lebih dulu memancing perhatian. Nama PT Sarana Buana Handara (SBH) disebut dalam polemik tersebut, dan perkembangan terbaru membuat perdebatan kian melebar. Asep Jumarsa kemudian memberi tanggapan atas situasi itu, yang justru menambah lapisan baru dalam kontroversi yang sedang berlangsung.

Sentilan soal glamping ilegal

Dalam responsnya, Asep Jumarsa tidak hanya menyoroti HGB, tetapi juga menyentil keberadaan glamping ilegal. Pernyataan itu menjadi bagian yang ikut memperkeruh perbincangan, karena isu lahan di Buyan kini tak berdiri sendiri. Publik pun melihat persoalan ini bukan sekadar soal administrasi pertanahan, melainkan juga menyangkut praktik pemanfaatan kawasan yang dinilai bermasalah.

Kontroversi yang belum mereda

Kabar terkini ini memperdalam sorotan terhadap masalah HGB di Bali, khususnya di kawasan Buyan. Dengan munculnya tanggapan dari Asep Jumarsa dan sorotan terhadap glamping ilegal, perdebatan seputar lahan tersebut tampak belum akan cepat reda. Hingga kini, isu HGB Buyan masih menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan dalam dinamika pertanahan di wilayah itu.

Source link