Profil Rugaiya Usman, Sosok Pendamping Wiranto yang Dikenang Tangguh dan Sederhana
Kabar duka datang dari keluarga besar Jenderal (Purn) TNI Wiranto. Sang istri, Rugaiya Usman, meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB. Kepergian Rugaiya meninggalkan kesedihan mendalam, terlebih setelah sebelumnya ia menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Namun, kondisi kesehatannya tak kunjung membaik hingga akhirnya berpulang.
Perjalanan hidup bersama Wiranto
Rugaiya Usman dikenal luas sebagai pendamping hidup Wiranto, tokoh yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. Keduanya menikah pada 1975 dan dikaruniai tiga orang anak. Dalam perjalanan rumah tangga yang sudah berlangsung puluhan tahun itu, Rugaiya disebut sebagai sosok yang setia, sabar, dan kuat menopang keluarga di balik perjalanan karier suaminya.
Hubungan mereka bahkan telah terjalin sejak masih remaja. Dari kedekatan yang tumbuh sejak muda itulah, Rugaiya dan Wiranto membangun keluarga yang dikenal hangat dan jauh dari sorotan berlebihan. Bagi orang-orang terdekat, Rugaiya bukan hanya istri seorang pejabat, melainkan figur penting yang menjaga keseimbangan keluarga di tengah padatnya tugas dan perjalanan hidup sang suami.
Riwayat pendidikan dan sosok yang dikenal tekun
Rugaiya, yang akrab disapa Uga Wiranto, menempuh pendidikan di Universitas Jember dengan memilih Fakultas Hukum. Latar belakang pendidikan itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum lebih banyak dikenal sebagai sosok pendamping Wiranto. Di mata keluarga, ia dikenang sebagai perempuan yang tegar dan penuh dedikasi, dengan peran besar dalam membangun rumah tangga yang sudah berjalan lama.
Disemayamkan sebelum dimakamkan di Jawa Tengah
Setelah wafat di Bandung, jenazah Rugaiya disemayamkan di Jakarta Timur sebelum dimakamkan di Jawa Tengah. Wiranto sendiri menyampaikan kabar duka tersebut dengan penuh kesedihan, sekaligus mengenang kebersamaan yang telah mereka lalui selama ini. Kepergian Rugaiya menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang dua insan yang telah melewati banyak fase kehidupan bersama.
Nama Rugaiya Usman akan tetap lekat dalam ingatan keluarga dan orang-orang yang mengenalnya sebagai figur yang hangat, sabar, dan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Wiranto. Source link












