Kenapa Lingkar Pertemanan Kecil saat Semakin Dewasa Bukan Masalah
Jakarta (ANTARA) – Pernah merasa dulu punya banyak teman, tetapi semakin bertambah usia justru hanya beberapa orang yang masih rutin diajak ngobrol atau bertemu? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi. Saat masih sekolah atau kuliah, rasanya mudah untuk memiliki banyak teman karena hampir setiap hari bertemu dengan orang yang sama. Ada teman sekelas, teman organisasi, teman satu komunitas, sampai kenalan dari berbagai kegiatan.
Kontekstualisasi Pertemanan saat Dewasa
Akibatnya, lingkar pertemanan yang dulu terasa besar bisa menjadi lebih kecil. Menariknya, perubahan tersebut tidak selalu berarti hubungan sosial menjadi lebih buruk. Penelitian tentang perkembangan jaringan sosial menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung menjadi lebih selektif dalam memilih hubungan yang ingin dipertahankan. Hubungan yang lebih dekat dan bermakna cenderung mendapat perhatian lebih besar dibandingkan hubungan yang sifatnya lebih jauh.
Faktor Penyebab
1. Prioritas hidup mulai berubah
Ketika masih muda, memiliki banyak teman bisa terasa penting. Bertemu orang baru, memperluas pergaulan, dan mendapatkan pengalaman dari berbagai lingkungan menjadi bagian dari proses mengenal diri sendiri. Seiring bertambahnya usia, prioritas tersebut dapat berubah.
Seseorang mungkin mulai lebih fokus pada pendidikan, pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau tujuan pribadi. Waktu yang tersedia untuk bersosialisasi pun tidak sebanyak sebelumnya
2. Waktu untuk bertemu tidak sebanyak dulu
Dulu, bertemu teman mungkin cukup dilakukan dengan masuk kelas atau mengikuti kegiatan yang sama. Ketika sudah dewasa, situasinya berbeda. Ada yang bekerja dengan jadwal berbeda, melanjutkan pendidikan di tempat lain, pindah kota, atau memiliki kesibukan masing-masing.
3. Tidak perlu memaksakan lingkar pertemanan tetap besar
Pada akhirnya, perubahan lingkar pertemanan merupakan bagian yang cukup wajar dari perjalanan hidup. Ada teman yang tetap bertahan selama bertahun-tahun, ada yang hanya hadir pada fase tertentu, dan ada pula hubungan yang kembali dekat setelah lama tidak berkomunikasi. Semua itu tidak selalu berarti hubungan sebelumnya gagal.
Copyright © ANTARA 2026












