Jakarta (ANTARA) – Dirty Latte atau yang juga dikenal sebagai dirty coffee kini menjadi tren baru di kalangan pecinta kopi. Minuman ini menawarkan pengalaman unik dengan tampilan yang menarik dan perpaduan rasa yang berbeda dari kopi susu dingin biasa.
Apa Itu Dirty Latte?
Dirty latte adalah minuman yang terbuat dari susu dingin tanpa es yang kemudian disajikan dengan satu atau lebih shot espresso panas di bagian atasnya. Dibandingkan dengan es kopi susu, dirty latte mempertahankan lapisan antara susu dan espresso tanpa menggunakan es batu, sehingga menciptakan kontras suhu, rasa, dan tekstur yang unik dalam satu gelas.
Asal Usul Dirty Latte
Dirty coffee diperkirakan berasal dari Tokyo, Jepang, dengan salah satu inovatornya adalah barista Katsuyuki Tanaka dari Bear Pond Espresso. Ide dirty coffee muncul dari konsep menyajikan espresso panas di atas susu dingin tanpa es, menciptakan tampilan dan sensasi yang spesial. Dari Jepang, tren dirty latte semakin menyebar ke negara-negara Asia lainnya dan akhirnya menjadi populer di berbagai kedai kopi di seluruh dunia.
Perbedaan Dirty Latte dengan Es Kopi Susu
Meskipun dirty latte dan es kopi susu terlihat mirip, ada perbedaan dalam cara penyajian dan pengalaman menikmatinya. Dirty latte tidak menggunakan es batu, mempertahankan lapisan antara susu dan espresso, dan menawarkan kontras suhu yang unik. Selain itu, rasanya juga berbeda karena karakter kuat espresso yang bertemu dengan kelembutan susu creamy.
Pencinta kopi yang ingin merasakan sensasi baru dan menikmati perpaduan rasa yang berbeda bisa mencoba dirty latte. Tampilan estetik dan pengalaman unik yang ditawarkan oleh minuman ini telah membuatnya sangat populer di kalangan pecinta kopi di seluruh dunia.












