Siswa SD di Bekasi Keluhkan Menu Telur yang Sering disajikan di Sekolah
Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Bekasi menyampaikan keluhannya terkait menu telur yang sering disajikan di sekolah. Melalui selembar kertas, siswa tersebut mengungkapkan keinginannya agar menu makanan bergizi (MBG) lebih bervariasi untuk mencegah penyakit bisul. Pesan tersebut disampaikan kepada petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjadi viral di media sosial TikTok.
Mitos atau Fakta: Telur Sebabkan Bisul?
Anggapan bahwa telur dapat menyebabkan bisul masih sering dipercayai oleh sebagian orang. Namun, tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa konsumsi telur secara langsung dapat menyebabkan bisul. Telur sebenarnya merupakan sumber protein dan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Bisul sendiri umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, bukan karena konsumsi telur. Risiko bisul juga bisa meningkat jika seseorang memiliki kondisi tertentu seperti kerusakan kulit, diabetes, atau kondisi medis lainnya.
Langkah Pencegahan Bisul dan Alergi Telur
Jika seseorang mengalami reaksi kulit setelah mengonsumsi telur, hal tersebut lebih cenderung merupakan alergi telur daripada bisul. Reaksi alergi dapat menyebabkan gejala seperti ruam, gatal-gatal, dan pembengkakan.
Untuk mencegah bisul, penting untuk menjaga kebersihan kulit, menghindari memencet benjolan, dan memperhatikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Telur tetap bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat selama tidak menimbulkan reaksi alergi.
Dalam hal ini, mitos bahwa banyak makan telur dapat menyebabkan bisul perlu diluruskan. Telur tetaplah menjadi sumber gizi yang baik, dan konsumsi yang tepat tidak akan menimbulkan bisul secara langsung.












