7 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Skin Barrier

Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang berperan sebagai pelindung tubuh dari berbagai faktor eksternal. Lapisan ini juga membantu mempertahankan kelembapan dengan mencegah air di dalam tubuh keluar dan menguap.

Fungsinya dapat terganggu oleh kebiasaan perawatan kulit maupun kondisi lingkungan sehari-hari. Mengutip Healthline dan Cleveland Clinic, sejumlah aktivitas yang tampak sederhana dapat meningkatkan risiko kulit kering, iritasi, atau menjadi lebih sensitif ketika dilakukan secara berlebihan.

Kebiasaan saat merawat kulit

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah terlalu sering mencuci wajah. Proses pembersihan yang berlebihan atau overwashing berisiko mengganggu keseimbangan lipid pada lapisan kulit. Akibatnya, kulit dapat menjadi kering dan terasa kencang atau tertarik setelah dicuci. Sensasi yang berulang setelah membersihkan wajah dapat menjadi tanda bahwa lapisan pelindung kulit mulai terganggu.

Eksfoliasi juga perlu dilakukan secara hati-hati. Perawatan ini memang digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi frekuensi yang terlalu sering atau overexfoliation dapat memicu iritasi dan membuat kulit lebih sensitif.

Penggunaan sabun atau bahan dengan kandungan yang terlalu keras menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi skin barrier. Sabun yang bersifat alkali maupun paparan bahan kimia keras berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit sehingga kulit lebih rentan mengalami masalah.

Kulit juga membutuhkan kelembapan untuk membantu mempertahankan fungsi perlindungannya. Karena itu, tidak menggunakan pelembap dapat membuat kulit kekurangan kelembapan dan berisiko mengganggu kondisi skin barrier.

Kebiasaan menggosok kulit secara berlebihan, termasuk saat melakukan scrubbing, turut perlu dihindari. Tekanan dan gesekan yang berulang pada permukaan kulit dapat merusak lapisan pelindung serta membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.

Pengaruh paparan lingkungan

Skin barrier tidak hanya dipengaruhi oleh produk yang digunakan. Paparan sinar matahari yang terlalu banyak juga dapat memengaruhi kondisi lapisan pelindung kulit. Perlindungan dari sinar matahari menjadi bagian penting dalam upaya menjaga fungsi tersebut.

Lingkungan sekitar turut memberi tekanan pada kulit. Kondisi yang terlalu kering atau terlalu lembap, serta paparan polusi, alergen, dan iritan, dapat memengaruhi skin barrier. Dengan begitu, perhatian terhadap kesehatan kulit perlu mencakup kebiasaan perawatan sekaligus faktor lingkungan yang dihadapi setiap hari.

Source link