Benarkah Minum Es Menyebabkan Batuk? Cek Faktanya!

Minum es bukan penyebab langsung batuk. Secara medis, batuk dan pilek umumnya dipicu infeksi virus atau bakteri, maupun paparan alergen seperti debu, polusi, dan serbuk sari. Suhu dingin dari air es tidak dapat menciptakan infeksi atau virus di dalam tubuh.

Anggapan bahwa seseorang batuk karena terlalu banyak minum es lebih tepat disebut mitos, meski minuman dingin dapat memperburuk keluhan pada kondisi tertentu. Risiko lain dapat muncul apabila es dibuat dari air yang terkontaminasi. Dalam keadaan tersebut, mikroorganisme pada es, bukan suhu dinginnya, yang berpotensi menyebabkan infeksi pada tenggorokan.

Mengapa minuman dingin bisa memicu batuk?

Pada sebagian orang, cairan dingin yang menyentuh tenggorokan dapat memicu refleks batuk, terutama ketika saluran pernapasan sedang sensitif atau mengalami iritasi. Suhu dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi, yakni penyempitan sementara pembuluh darah di area tenggorokan. Kondisi itu mengurangi aliran darah lokal dan membuat refleks batuk lebih mudah muncul.

Suhu dingin juga dapat memperlambat gerakan silia, yaitu rambut-rambut halus yang membantu membersihkan saluran pernapasan. Akibatnya, lendir di tenggorokan bisa menjadi lebih kental. Lendir yang mengental kemudian menimbulkan sensasi gatal atau mengganjal sehingga tubuh merespons dengan batuk.

Efek tersebut tidak dialami semua orang. Minuman dingin dapat menjadi pemicu khusus bagi mereka yang tenggorokannya sedang teriritasi, kondisi tubuhnya tidak fit, atau sudah mengalami gejala radang. Pada penderita asma dan rhinitis alergika, paparan suhu dingin secara tiba-tiba, termasuk dari minuman es, juga dapat merangsang penyempitan saluran napas atau bronkospasme. Reaksi ini berpotensi memicu batuk.

Kebersihan es tetap perlu diperhatikan

Selain faktor sensitivitas saluran napas, kebersihan air dan es batu menjadi hal penting. Es yang dibuat dari air yang tidak matang atau diproses secara tidak higienis dapat membawa bakteri maupun kuman. Mikroorganisme tersebut yang dapat menginfeksi tenggorokan dan menyebabkan peradangan disertai batuk.

Karena itu, orang yang sehat tetap dapat minum es selama es dibuat dari air matang yang bersih. Minuman dingin tidak otomatis menyebabkan batuk. Namun, ketika tenggorokan mulai terasa tidak nyaman atau tubuh menunjukkan gejala sakit, air hangat lebih disarankan untuk membantu meredakan iritasi pada saluran pernapasan.

Source link