Bau khas setelah makan jengkol tidak selalu hilang hanya dengan menyikat gigi. Aroma tersebut dapat tertinggal di mulut dan napas karena jengkol mengandung senyawa sulfur yang berkontribusi terhadap bau. Sebagian senyawa itu juga dapat berinteraksi dengan lingkungan di dalam rongga mulut, sehingga aromanya membutuhkan waktu untuk berkurang.
Meski tidak ada cara yang menjamin bau jengkol lenyap seketika, beberapa langkah dapat membantu menguranginya. Kombinasi perawatan mulut dan asupan cairan menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibandingkan menutupinya dengan makanan atau minuman beraroma kuat.
Langkah yang bisa dilakukan setelah makan jengkol
Pertama, sikat gigi secara menyeluruh. Jangan hanya membersihkan permukaan gigi, tetapi juga lidah, terutama bagian belakangnya. Area tersebut dapat menampung sisa makanan, sel yang terlepas, dan bakteri yang ikut menghasilkan senyawa sulfur penyebab bau mulut. Lidah dapat dibersihkan perlahan menggunakan sikat gigi atau pembersih lidah.
Sela-sela gigi juga perlu diperhatikan. Sisa jengkol yang terselip di area tersebut tidak selalu dapat dijangkau oleh sikat gigi. Benang gigi atau pembersih interdental dapat digunakan untuk mengangkat sisa makanan yang tertinggal.
Minum air putih membantu menjaga mulut tetap lembap sekaligus membilas sebagian sisa makanan di rongga mulut. Mulut yang kering dapat membuat bau napas lebih mudah muncul atau terasa lebih kuat. Karena itu, air putih sudah cukup untuk membantu menjaga kondisi mulut tetap terhidrasi tanpa perlu mencari minuman khusus.
Obat kumur dapat digunakan sebagai pelengkap setelah menyikat gigi. Namun, efek setiap produk berbeda. Obat kumur kosmetik umumnya hanya memberikan rasa segar dan menutupi bau untuk sementara. Sementara itu, produk dengan bahan aktif seperti cetylpyridinium chloride, zinc, atau bahan antimikroba tertentu dapat membantu mengurangi bakteri maupun senyawa yang berkontribusi terhadap bau mulut. Penggunaannya tetap tidak menggantikan sikat gigi dan pembersihan sela-sela gigi.
Alternatif sementara saat berada di luar rumah
Jika tidak memungkinkan segera menyikat gigi, permen karet bebas gula dapat menjadi pilihan sementara. Aktivitas mengunyah merangsang produksi air liur, yang membantu proses pembersihan alami di dalam mulut. Namun, cara ini tidak menghilangkan sumber aroma secara permanen. Bau khas dari senyawa jengkol tetap memerlukan waktu untuk berkurang.
Kopi dan rokok sebaiknya tidak dijadikan cara untuk mengatasi bau tersebut. Rokok dapat membuat mulut lebih kering, sedangkan kopi meninggalkan aroma yang kuat dan pada sebagian orang justru membuat napas semakin tidak sedap. Air putih serta kebersihan mulut lebih tepat untuk tujuan ini.
Kapan perlu memeriksakan diri?
Bau mulut yang bertahan setelah jengkol tidak lagi dikonsumsi dan kebersihan mulut sudah dijaga mungkin memiliki penyebab lain. Kondisi itu dapat berkaitan dengan masalah gigi dan gusi, lapisan lidah, atau keadaan lain yang perlu diperiksa oleh dokter gigi.
Dengan kata lain, bau setelah makan jengkol tidak perlu diatasi secara panik. Bersihkan gigi dan lidah, gunakan benang gigi, minum cukup air, dan bila diperlukan tambahkan obat kumur yang sesuai. Aroma tersebut mungkin tidak hilang seketika, tetapi langkah-langkah itu dapat membantu menguranginya.












