Kepiting merupakan makanan laut yang populer karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya. Namun, dalam konteks kehalalan makanan bagi umat Islam, timbul pertanyaan mengenai status kepiting. Ada perdebatan panjang di kalangan ulama tentang hukum mengonsumsi kepiting karena habitatnya yang ada di dua alam, yaitu air dan darat. Beberapa ulama seperti Imam Abu Zakaria bin Syaraf al-Nawawi dan Ibnu Qudamah menganggap kepiting haram dikonsumsi karena hidup di dua habitat. Namun, Mazhab Malikiyyah, Hanbali, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa kepiting halal tanpa perlu disembelih karena tidak memiliki darah yang mengalir. Sementara Mazhab Syafi’i dan Hanafi mengharamkan konsumsi kepiting karena dianggap sebagai hewan amfibi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan fatwa bahwa kepiting halal dikonsumsi berdasarkan penelitian ilmiah yang menunjukkan kepiting adalah hewan air. MUI menekankan agar kepiting aman dan layak dikonsumsi. Selama kepiting dalam kondisi yang aman, umat Muslim diperbolehkan untuk mengonsumsinya. Dengan demikian, status kepiting sebagai makanan halal bagi umat Islam telah dijelaskan melalui fatwa MUI yang mengacu pada dalil Al-Qur’an, hadits, dan hasil penelitian ilmiah.
Makan Kepiting: Halal atau Haram? Panduan Berdasarkan Fatwa MUI
Read Also
Recommendation for You

Musim hujan dapat membawa tantangan dalam merawat pakaian karena proses mencuci dan menjemur menjadi kurang…

Sunscreen atau tabir surya merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit untuk melindungi kulit dari…

Berbelanja secara online di Shopee menawarkan kemudahan dan memiliki beragam pilihan produk yang dapat dipilih…

Telapak kaki yang sering mengalami pegal dan nyeri sebenarnya tidak boleh dianggap remeh, meskipun gejalanya…

Bulan Ramadhan menjadi momen yang strategis bagi pelaku usaha untuk meraih keuntungan ekstra dengan memanfaatkan…







