Ketua DPRD Pangandaran Dorong RSUD Implementasi Service Excellence

PANGANDARAN — Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyoroti pentingnya pembenahan pelayanan di RSUD Pandega Pangandaran setelah muncul dugaan keterlambatan penanganan medis yang berujung fatal bagi seorang pasien. Menurut dia, persoalan seperti ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi prosedur dan administrasi, tetapi juga dari dampak psikologis yang dirasakan pasien maupun keluarga.

Pelayanan Kesehatan Tak Cukup Hanya Cepat di Atas Kertas

Asep menegaskan bahwa kualitas layanan rumah sakit sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk bekerja dengan standar yang sama. Bukan hanya tenaga medis, tetapi juga petugas non-medis yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Dalam pandangannya, pelayanan kesehatan harus memberi rasa aman, jelas, dan manusiawi sejak pasien pertama kali datang hingga proses penanganan selesai.

Ia menilai konsep Service Excellence perlu menjadi pegangan utama di lingkungan RSUD Pandega Pangandaran. Konsep ini mencakup sikap, kemampuan, perhatian, tindakan, tanggung jawab, hingga penampilan seluruh staf. Jika diterapkan secara konsisten, Asep percaya kepercayaan publik bisa dibangun kembali dan potensi salah paham di tengah masyarakat dapat ditekan.

Libatkan Unsur Non-Medis untuk Perkuat Empati

Tak berhenti di situ, Asep juga mendorong agar penguatan pelayanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada aspek teknis. Ia mengusulkan keterlibatan psikiater, motivator, hingga tokoh agama dalam upaya memperbaiki kualitas layanan. Menurutnya, kehadiran unsur-unsur tersebut dapat membantu menciptakan pendekatan yang lebih tenang, empatik, dan mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga.

Bangun Kembali Kepercayaan Publik

Usulan itu, kata Asep, pada akhirnya diarahkan untuk merespons berbagai masalah pelayanan publik yang masih kerap muncul. Ia berharap pembenahan di RSUD Pandega Pangandaran tidak berhenti pada evaluasi sesaat, melainkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki mutu layanan dan mengembalikan keyakinan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah.

Source link