Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri menjual seragam kepada siswa. Larangan tersebut mencakup seragam batik yang selama ini menjadi salah satu jenis pakaian sekolah.
Keputusan Berawal dari Aduan Harga
Kebijakan itu diambil setelah Pemerintah Kota Surabaya menerima aduan mengenai perbedaan harga seragam di masing-masing sekolah. Aduan tersebut menjadi dasar bagi Eri untuk menghentikan praktik penjualan seragam di SD dan SMP negeri.
Dengan keputusan ini, sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Surabaya tidak diperbolehkan menjual seragam sekolah, termasuk seragam batik. Ketentuan tersebut berlaku pada dua jenjang pendidikan yang berada dalam lingkup sekolah negeri.
Persoalan harga menjadi perhatian utama dalam keputusan tersebut. Aduan yang diterima pemerintah kota menyebutkan adanya perbedaan harga seragam antara satu sekolah dan sekolah lainnya. Informasi itu kemudian mendorong Wali Kota Surabaya mengambil sikap terhadap penjualan seragam di sekolah negeri.
Larangan Berlaku untuk Seragam Batik
Seragam batik disebut secara khusus dalam larangan itu. Artinya, kebijakan Eri Cahyadi tidak hanya menyasar jenis seragam tertentu, tetapi juga mencakup seragam batik yang dijual oleh SD dan SMP negeri.
Keputusan tersebut menempatkan persoalan penjualan seragam sebagai perhatian Pemerintah Kota Surabaya setelah muncul keluhan mengenai harga yang tidak sama. Sekolah-sekolah negeri pada jenjang SD dan SMP kini dilarang menjual seragam, baik seragam sekolah secara umum maupun seragam batik.
Dalam informasi yang disampaikan, alasan larangan berkaitan dengan adanya aduan mengenai perbedaan harga antarsekolah. Tidak disebutkan rincian harga seragam, jumlah sekolah yang diadukan, maupun bentuk tindak lanjut lain di luar larangan penjualan tersebut.
Larangan itu menjadi keputusan Pemerintah Kota Surabaya setelah Eri Cahyadi menerima laporan dari masyarakat terkait harga seragam. Fokus kebijakan saat ini adalah menghentikan penjualan seragam di SD dan SMP negeri, termasuk seragam batik, menyusul adanya perbedaan harga di setiap sekolah.
